Jumat, 16 September 2016

Dwi Rian

Era Baru Pariwisata Indonesia



Revolusi industri masuki era baru yaitu industri kreatif, termasuk pariwisata di dalamnya. Menpar menyebut Indonesia siap bersaing dan menang di era ini.

Industri ekonomi kreatif, termasuk di dalamnya sektor pariwisata dinilai mampu membawa Indonesia bersaing di kancah global.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, saat memberi Keynote Speaker dalam acara Rakornas Pariwisata Ke-3 dengan tema 'Go Digital Be The Best'.

"Akan terlalu sulit mengalahkan China di sektor manufacture. Saya sering berseloroh: 'Pria dan Wanita diciptakan oleh Tuhan, sisanya Made in China'.

 Bangsa ini hanya bisa bersaing secara global, dan bisa menang dengan probabilitas paling tinggi lewat cultural industry, dimana ekonomi kreatif dan pariwisata masuk ke dalamnya," tegas Arief di Gedung Ecovention, Ecopark Ancol, Jakarta, Kamis (15/9/2016).

Arief mengungkapkan Indonesia memiliki Competitive Advantage yang lebih baik daripada negara mana pun di dunia ini. Keunggulan itu berupa resources alias sumber daya yang sangat melimpah.

Dari Sabang sampai Merauke, dipenuhi ribuan destinasi wisata yang belum tentu dimiliki oleh negara lainnya.

Berdasarkan keunggulan sumber daya itu, Arief memproyeksikan sektor pariwisata Indonesia bisa menjadi penyumbang terbesar devisa negara.

Menurut data yang disampaikan Arief, sektor Oil dan Gas masih jadi penyumbang devisa terbesar dengan angka USD 18 Miliar.

 Tapi sektor itu terus mengalami tren penurunan, dan diproyeksikan turun hingga USD 13 Miliar hingga tahun 2019.

Sementara devisa dari sektor pariwisata terus mengalami tren kenaikan, dari USD 10 Miliar di tahun 2014 menjadi USD 12,6 Miliar di tahun 2015.

 Menurut hitung-hitungan Arief, di tahun 2019 sektor pariwisata sudah bisa menyalip sektor oil dan gas sebagai penyumbang devisa terbesar.

"Indonesia kalau mau menang, semua sektor harus bersatu. Bila semua sudah sepakat pariwisata jadi core business-nya Indonesia, semua resources bangsa ini wajib mendukung," jelas Arief.

Untuk mewujudkan proyeksi ini, harus ada banyak terobosan yang dilakukan di sektor pariwisata. Mau tidak mau, promosi digital jadi hal yang niscaya untuk dilakukan, mengingat kemajuan teknologi yang sudah sangat pesat.

"Istilah saya no return point, tidak ada jalan untuk kembali. 70% customer sudah berubah. Search and share pakai digital semua. Ini tidak bisa tidak, memang harus dihadapi.

Agen travel manual sudah mati, kini marketplace digital semua. Ini yang nanti kita sediakan,


Dwi Rian

About Dwi Rian -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :